Akubertipikal seperti wanita jawa pada umumnya Cerita Dewasa Seks - Perkenalkan aku Parjo Irma,eksibisionis lagi Aku lihat jam dinding di hotel menunjukkan pukul 11 malam Cerita SEKS Panas Searching Select a Page Cerita seks bersama saudara sendiri selalu saja menarik untuk diulas Elephant Pet Skyblock Cerita seks bersama saudara sendiri
Search Cerita Seks Budak Seks Eksibisionis. Cerita Seks Menantu dan Mertua - Rina mematut diri di depan cermin ia pun telah meninggalkan dunia seks bebas sejak tahun 2012 lalu Penampilan Marlina sangat menarik Kedua karena matanya, entah kenapa, tertuju ke bagian bawah celana ayah mertuanya Aku bertipikal seperti wanita jawa pada umumnya Aku bertipikal seperti wanita jawa pada umumnya.
CERITADEWASA - Petualangan Istriku Di Pesta Pantai. 3/25/2018 Kami mulai berkemas dan berjalan menuju mobil, kami berjalan dengan santai dan saat kami tiba ke tempat parkir, yang tersisa hanya sebuah mini-van kecil dan orang yang masih ada berjumlah delapan orang. Iseriku adalah satu-satunya wanita dikelompuk ini dan pria yang kukenal
CeritaDewasa Cewek Eksibisionis - Tetapi di kelasku itu hanya ada 3 orang cewek yg berwajah lumayan, aku, teman sebangkuku Achie dan satu lagi aku ga begitu kenal dekat tapi kalau ga salah namanya Nadia "Saya ingin sekali membesarkan anak saya, tapi tidak bisa Meskipun pada dasarya banyak sekali cerita seks sedarah yang sudah dituliska
CeritaDewasa Cerita Dewasa. Home; ABG; Perkosaan; Sedarah; Selingkuh; Setengah Baya; Monday, August 3, 2015. Ngentot Bibi Pagi Buta Bahkan pada hari pertama aku sempat melakukan masturbasi di belakang kemudi mobil di tengah keramaian jalan tol, saking ngga ketahan Semalam, dengan diiringi adegan-adegan syur film bokep koleksi almarhum
Nahtrus posisinya atau gaya bercintanya gimana sempit gimana yajangan kuatir berikut ini beberapa gaya yg bisa anda tiru jika mau bercinta di mobil, selamat mencoba dan jangan lupa laporkan hasilnya :.. yg ini bagus untuk foreplay.mobil sambil jalan juga oke neh seru Nah gaya gini jangan sambil jalan mobilnya bahaya
CeritaSex Dewasa - Goyangan di Mobil. Cerita Sex Dewasa - Nama saya Citra (samaran) , dan saya adalah mahasiswa semester 5 di salah satu universitas swasta ternama di bilangan Jakarta Pusat , dan apa yang akan saya ceritakan disini adalah kisah yang terjadi sekitar beberapa tahun yang lalu.. Hari Rabu adalah hari yang paling melelahkan bagiku ketika semester lima, bagaimana tidak, hari
V6rO. Making Love Dengan Gadis SMA di Dalam Mobil – setelah sebelumnya ada kisah , kini ada cerita . selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan terbaru ceritaMaking Love Dengan Gadis SMA di Dalam MobilCerita ini bemula ketika aku ingin menjemput pacarku pulang sekolah, tubuhnya seksi membuatku pengen ngesex setiap hari denganya. Anita atau panggilannya Nita, gadis berkulit putih, tinggi 168 cm, berat 52 kg dan ukuran payudaranya saya perkirakan 36B, betul-betul anak SMU yang baru berkembang. Awal perkenalan saya dengan Nita, kami janji bertemu di rental internet favorit saya dekat mall.“Hallo.. Om yang namanya Abang?” tanya seorang gadis SMU pada saya. “Iya.. Anita ya?” tanya saya kembali padanya sambil memperhatikan wajahnya yang manis, rambut hitam lurus sebahu dan masih memakai seragam SMU-nya. “Lagi ngapain Om?” tanyanya sambil duduk di kursi sebelah saya. “panggil aja Abang ya” pintaku. “Ya, panggil juga saya dengan Nita” jawabnya sambil mepet melihat ke arah monitor komputer. “Okey, Nita bolos sekolah ya, jangan keserinngan bolos loh” nasehatku. “Enggak kok, wong nggak ada guru, lagi ada rapat tuch”Wangi juga bau parfumnya, mana rok abu-abunya span lagi, si boy jadi bangkit nich. Wah, kalo bisa making love sama Nita, asyik juga.. Huh dasar lagi mumet nich otak, maunya si boy saja.“Bang, Nita boleh tanya nggak?” “Boleh aja, Abang itu orangnya terbuka kok en’ fair, mau nanya apa?” “Kalo tamu ceweknya Abang ngajak jalan-jalan, bayar nggak?” “Oh itu, ya terserah ceweknya, pokoknya keliling Lombok ditanggung senang dech” “Masalah hotel, akomodasi dan lain-lain ditanggung tamu, gitu” “Kalo making love gimana?” tanya Nita antusias. “Kalo making love sich, terserah tamunya, kalo suka sama Abang, ayo aja” “Biasanya Abang selama ini dibayar berapa sich?” “Ya, kira-kira lima ratus ribu sampai satu jutaan” “Itu berapa hari?” “Terserah tamunya aja mau berapa hari, okey, puas?” “Mmh..” guman Nita seperti ingin menanyakan sesuatu tapi ragu-ragu. “Kalo Nita udah pernah dicium belum atau udah pernah making love?” tanyaku. “Ih, si Om nanyanya gitu” “Ah, nggak usah malu sama Abang, ceritain aja” “Belum sich Bang, cuma kalo nonton BF sering” “Jangan ditonton aja, praktek dong sama pacar” tantang saya sambil menepuk pundaknya. “Pacarnya Nita itu agak aneh kok” “Gimana kalo praktek sama Abang, ditanggung senang dan tidak bakalan hamil” “Hush, jangan aneh-aneh Bang, Nita udah punya pacar lho” “Nggak aneh kok, kalo praktek pacar-pacaran” rayu saya, sepertinya ada peluang nich. Saya harus merayunya supaya Nita tidak ragu-ragu lagi. “Iya sich, tapi..” jawabnya selesai membalas email yang masuk, saya berencana mengajak Nita ke pantai Senggigi, siapa tahu ada kesempatan, ya nggak pembaca. Ternyata Nita itu tinggal bersama ibunya yang masih berusia 47 tahun dan suaminya tugas keluar pulau selama beberapa bulan.“Mau nggak ke pantai jalan-jalan, tadi Nita naik apa?” “Naik mobil, pake mobil Nita aja” ajaknya bersemangat sambil menggandeng tangan saya seperti Om dan keponakannya. Cerita Sex Didalam MobilTernyata mobilnya memakai kaca rayban gelap dan ber-AC lagi, jadi siang itu kami meluncur ke pantai senggigi dan sebelumnya kami membeli beberapa camilan dan saya juga membeli kondom, biasa.. he.. he..Nita menjalankan mobil dengan santai, tapi saya jadi tegang terutama si boy dan bukan mobilnya yang jalan santai yang membuat saya tegang, rok abu-abunya itu lho. Sudah span, pas duduk dalam mobil otomatis bertambah pendek saja hingga memperlihatkan setengah bagian pahanya yang putih mulus dan masih kencang.“Eh, Bang kok bengong, ngelamun jorok ya?” “Eh.. Eh.. Nggak juga” jawab saya tergagap-gagap. “Terus kenapa Nitatin pahanya Nita terus” “Badanmu itu bagus kok, rajin fitnes ya?” “Pasti, supaya badan Nita tetap fit dan seksi. Gimana, seksi nggak?” tanyanya tersenyum. “Seksi bo! Eh Nita parkir aja yang di pojok tuch” tunjukku pada sebuah pojokan, agak menjauh dari jalan raya dan terlindungi oleh pepohonan, asyik nih siapa tahu bisa indehoy.“Bagus juga tuch tempatnya” jawab Nita setuju sambil memarkirkan mobilnya hingga pas dengan lebatnya pepohonan, yang kalau dari jalan raya tidak kelihatan dan juga tempatnya sepi, jauh dari pemukiman dan lalu lalang orang, paling-paling orang yang berjalan di pantai, itupun agak pembaca tidak bingung membayangkan ilustrasi tempat yang saya ceritakan. Setelah Nita parkir, kami saling curhat tentang masalah pribadi Nita yang belum pernah making love dan ibunya yang sering kesepian ditinggal suaminya pergi.“Ngomongnya nggak enak ya kalo kita berjauhan begini” “Maksud Abang..” “Nita duduk aja dekat Abang” “Tapi kursi itu kan cuma satu” “Ayo dong Nita, duduk sini kupangku” rayu saya sambil menarik tangan kanannya. “Malu ah, dilihat orang” jawabnya ragu-ragu sambil melihat ke arah pantai. “Berarti kalau nggak ada orang nggak malu dong” ujarku sambil menarik tangannya agar mendekat pada saya. “Ya.. Nggak gitu” jawabnya ragu-ragu.“Saya udah jinak kok apalagi si boy ini paling jinak” goda saya lagi sambil menunjuk kontol saya yang sudah agak menggembung. “Ih jorok ih” jawabnya tertawa pelan. “Mau nggak?” “Emm.. Bagaimana ya” “Mau dech..” dan akhirnya dengan paksaan sedikit dan si Nita yang ragu-ragu untuk duduk, saya berhasil menariknya bahkan Nita duduk dengan sedikit pangku Nita sambil melihat kembali ke arah pantai. Posisi Nita yang saya pangku menyamping hingga kalau melihat ke pantai agak menoleh sedikit. Posisi itu sungguh enak dan kelihatan si Nita juga menikmatinya, kelihatan dari tangan kanannya yang melingkar pada bahu saya.“Oh ya, Abang mau nanya hal pribadi, boleh nggak?” “Boleh aja, Nita itu orangnya terbuka kok” jawabnya sambil menggeser pantatnya supaya tidak terlalu merosot. Wah si boy saya jadi berdiri gara-gara si Nita memperbaiki posisi duduknya hingga pantatnya yang semok semakin mepet sama si boy. Coba pembaca bayangkan seperti posisi saya saat ditemani cewek SMU berumur 18 tahun yang bongsor dan seksi, pasti si boy mau berontak keluar, so pasti coy.“Nita pernah nggak making love?” “Mmh.. Gimana ya” jawab Nita ragu-ragu sambil menggigit jari kelingking tangan kirinya. “Ceritain dong..” bujuk saya sambil mengelus pahanya yang masih terbungkus rok abu-abunya yang sebagai permulaan pemanasan, ini kesempatan kalau Nita mau making love sama saya dan kalau tidak mau paling ditolak atau ditampar atau ditinggalkan, tapi dari perasaan saya sih, sepertinya mau.“Pernah sih sama pacar, tapi itu dulu sebelum putus” “Kok putus, kenapa emangnya?” tanyaku sambil tangan kiri saya memegang pinggangnya yang langsing. “Sebetulnya Nita sayang sama dia, kalau cuma making love sich tidak apa-apa” “Yang penting pake kondom supaya aman” “Terus apa masalahnya?” “Ya itu, making lovenya agak aneh, masak Nita diikat dulu” “Wah, itu sich namanya ada kelainan namanya, harusnya dengan lembut” “Oh ya, Abang kalau making love sama tamunya secara lembut ya” “Tentu saja, maka banyak cewek yang senang dengan cara yang romantis dan lembut” “Asyik dong” “Mau nyobain nggak?” tantang saya sambil mengelus tangan kirinya yang ternyata sangat halus. “Wuhh.. Maunya tuch” jawab Nita mencibirkan bibirnya yang seksi. “Pegang aja boleh nggak ya?” tanya saya mengiba dan tangan kanan saya mulai mengelus-ngelus pahanya yang masih terbungkus seragam sekolahnya dengan lembut. “Emh.. Gimana ya.. Dikit aja ya” jawab Nita mengejutkan saya yang tadinya cuma bercabang, eh tidak tahunya dapat durian runtuh. “Nita, mau bagian mana dulu?” goda saya sambil mengelus punggungnya yang halus. “Ih genit ah..” cabangnya naikkan tangan kanan saya mencoba menjamah payudara kirinya yang masih terbungkus seragam sekolahnya dan kelihatannya tidak ada penolakan dari Nita. Dengan perlahan lehernya saya cium perlahan dan jamahan tangan saya berubah menjadi remasan supaya membangkitkan gairahnya. Ternyata Nita adalah tipe cewek yang libidonya cepat naik. Cerita Dewasa di Mobil“Geli.. Bang..” rintihnya pelan, tangan kirinya membantu tangan kanan saya untuk lebih aktif meremas payudara kiri dan kanannya secara bergantian. Lehernya yang putih saya cium dan jilat semakin cepat. “Sst.. pe.. lan.. Bang..”Setelah beberapa menit, tiba-tiba Nita menurunkan tangan saya dan tangannya dengan terampil melepas tiga kancing atas bajunya serta mengarahkan tangan saya masuk ke dalam baju seragam SMU-nya dan tangan kirinya mengusap pipi saya. Tangan kananku yang sudah separuh masuk baju seragamnya langsung masuk juga dalam BH-nya yang ternyata berwarna putih polos. Gundukan payudaranya ternyata sudah keras dan tanpa menunggu aba-aba saya remas payudaranya dengan perlahan, kadang-kadang saya pelintir puting susunya.“Bang.. Sst.. Mmh.. Yang ki.. ri.. sst..” rintihnya pelan takut kedengaran. “Nita, boleh nggak saya ci..” belum sempat habis pertanyaan saya, Nita sudah mencium saya dengan lembut yang kemudian saya balas lama lidah saya mencari lidah Nita dan kami pun berciuman dengan mesra, bahkan saling menjilat bibir masing-masing. Sambil berciuman, kancing baju atas seragam Nita yang tersisa itu pun langsung saya lepas hingga tampaklah payudaranya dengan jelas. Kembali saya cium payudaranya. Selama beberapa menit berciuman, kuluman dan hisapan pada putingnya membikin Nita bertambah merintih dan mendesis, untung saja pada saat itu masih sepi dan bukan hari libur atau hari minggu.“Mmh.. gan.. ti.. sst.. kiri.. sstt..” rintih Nita memberi aba-aba sambil tangan meraih kepala saya dan menggeser serta menekan pada payudaranya. “Ter.. Us.. Sst.. Bang..”Tangan kanan saya yang sedang berada di pusarnya turun merayap masuk ke dalam rok abu-abunya dan mengelus vaginanya yang masih terbungkus CD searah jarum jam.“Sst.. Terus.. Bang” rintih Nita yang ikut membantu menyingkapkan rok abu-abu SMU-nya ke atas hingga pantatnya yang putih menyentuh paha saya yang masih terbungkus celana beberapa saat, saya masukkan tangan kanan ke dalam CD putihnya yang ternyata ditumbuhi bulu halus yang terawat rapi dan saya usap beberapa menit. Cerita Sex Ngentot dalam mobil “Sst.. Bang.. Ge.. Li.. Mmh..” gumam Nita pelan sambil matanya menatap setengah sayu. Gerakan jari tangan saya keluar masukkan ke dalam vaginanya yang mulai basah. “Mmh.. Sst.. Enak.. Bang.. Te.. Rus.. Agak cepe.. tan.. Sst” “Sst.. Ya.. Nah.. Sst.. Gitu” rintih Nita yang kelihatan mulai terangsang kiri saya yang tadinya hanya mengusap-usap pinggangnya jadi aktif mengusap payudara kirinya dan saya percepat permainan tangan pada vaginanya dan tiba-tiba saja Nita menjepit tangan saya dan disusul keluarnya cairan putih, berarti Nita telah orgasme yang pertama.“Mmh.. Nikmat juga ya rasanya Bang” gumam Nita sambil memandangku sayu. “Mau nggak ngerasain si boy?” bujuk saya melihat Nita yang sedang terangsang berat. “Mmh..” gumannya pelan, agak ragu Nita menjawab tapi akhirnya Nita pindah ke belakang mobil, wah tambah asyik juga berpindah ke belakang mobil sambil melepas celana jins serta CD saya hingga bagian bawah saya bugil dan atasnya masih memakai kaos, untuk berjaga-jaga siapa tahu ada orang lewat.“Bang.. Pelan aja” guman Nita pelan sambil melepas CD putihnya hingga Nita sekarang bagian bawah atasnya juga bugil cuma memakai baju seragam SMU-nya tanpa BH. “Ya, Sayang, kupakai kondom dulu ya supaya aman” jawab saya sambil mengambil posisi duduk menghadap ke depan dan mengarahkan Nita dalam posisi saya pangku serta menghadap saya. Pantatnya yang semok saya pegang dengan kedua tangan dan memberi arahan pada Nita.“Pegangin si boy, ya tangan kanan” pinta saya pada Nita yang memegang kontolku dan mengarahkan ke vaginanya yang masih sempit. “Nanti Nita dorong ke bawah ya, kalau udah pas kontolnya” “Aduh.. Sakit..” rintih Nita karena kontol saya meleset pada bibir saya arahkan kontol pada lubang vaginanya, pada usaha keempat, bless akhirnya masuk kepala dulu.“Sst.. Pe.. Lan.. Bang..” Rintih Nita sambil memegang tangan kiri saya dengan tangan kanannya dan mengigit bibir bawahnya dengan pelan. “Pertamanya sakit kok, tapi agak lama juga enak” rayu saya sambil mendorong pinggulnya ke bawah hingga lama kelamaan, bless.. “Akhh..” jerit Nita lirih karena kontol saya semuanya masuk dalam vaginanya. “Gimana rasanya?”“Sakit sich, tapi.. Geli..” gumam Nita mencium saya dengan lembut. Dengan perlahan saya sodok vaginanya naik turun hingga Nita mendesis lirih. “Sst.. Agak.. ee.. tengah.. sst..” rintih Nita lirih sambil menggoyangkan pinggulnya hingga sodokan dan goyangan itu menimbulkan bunyi clop.. clop.. clop.., begitu lama sodokan saya percepat disertai dengan goyangan Nita yang makin Nitar hingga tangan saya kewalahan menahan posisi vaginanya agar pas pada kontol saya yang keluar masuk makin cepat. Bahkan payudaranya bergoyang-goyang ke atas ke bawah, kadang membentur muka saya, sungguh nikmat sekali pembaca sekaNitan.“Barengan ya keluarnya ya.. Mmh..” perintah saya pada Nita karena sepertinya lahar putih saya sudah sampai puncaknya, jadi saya berusaha bertahan beberapa menit lagi. “Mmhm.. Sst.. Ya.. Bang..” “Ce.. Petan.. Sst.. Bang..” rintih Nita sambil memeluk dan menjepit saya dengan keras. Rupanya Nita sudah mencapai puncaknya dengan goyangannya yang makin keras.“Ssrtss.. Seka.. Rang.. Sst.. Akhkk..” jerit Nita karena keluarnya cairan putih itu yang berbarengan dengan bobolnya pertahanan saya, secara bersaman kami saling memeluk menikmati sensasi yang luar biasa saat kami masih berpelukan disertai tetesan keringat membasahi badan padahal mobil masih menjalankan AC-nya hampir full.“Gimana rasanya, puas nggak” tanya saya sambil mencium bibirnya yang indah itu. “Ternyata enak juga making love sama Om Abang” “Lain sama pacarnya Nita, agak kasar sich” celotehnya sambil melepaskan pelukan saya dan memakai kembali CD dan BH-nya yang berwarna putih itu, setelah Nita kembali memakai seragam sekolahnya dan tentu saya juga, jam telah menunjukkan pukul siang.“Sebagai tanda terima kasih, gimana kalau Om Abang kutraktir” “Boleh saja, sekarang kita kemana?” tanya saya melihat Nita menjalankan mobilnya menuju kota. “Pulang dong” jawabnya manja. “Lho, terus saya ngapain” “Nanti kukenalin sama mamanya Nita dan adiknya Nita, mau nggak Om?” “Okey..”Ternyata Nita tinggal di perumahan mewah, pantas bawanya mobil. Tampak seorang wanita yang anggun dan cantik berusia kurang lebih 47 tahun sedang membaca sebuah majalah. Tapi yang menarik perhatian saya, baju longdress yang dikenakannya dengan belahan atas yang rendah hingga memperlihatkan payudaranya yang berwarna putih itu, mungkin lebih besar daripada punya Nita, tingginya kira-kira 163 cm/50 kg. Cerita Hot Crot di mobil“Selamat siang Bu” sapa saya sopan. “Selamat siang Pak” jawabnya ramah sambil bersalaman dengan saya. “Ini Ma, guru privat matematika Nita yang baru, rencananya sich abis makan siang kita belajar” “Oh ini to, yang namanya Pak Abang yang sering diceritain Nita” “E.. Eh.. Ya..” jawab saya tergagap-gagap karena begitu lihainya Nita memperkenalkan saya sebagai guru privatnya, pelajaran matematika lagi, aduh.. gawat padahal saya tidak bisa berbicara dengan ibunya mengenai les dan biaya tetek bengek lainnya, disepakati bahwa les privat cuma bisa saya lakukan dua minggu, itu pun harinya selang seling. Siang itu saya makan bersama Nita setelah ditinggal ibunya pergi keluar dan baru pulang sore hari. Nita sudah berganti pakaian dengan celana pendek dan kaos ketat khas ABG.“Gila kamu Nita, nanti kalau ketahuan ibumu gimana?” “Tenang aja Om, mama itu jarang kok nyampurin urusan Nita” “Oh, gitu” “Katanya Om mau ngajarin Nita” goda Nita penuh arti sambil mengerling nakal. Ini baru namanya surga dunia, setelah puas makan kami mengobrol sambil menonton film DVD yang dibawa dua minggu itu sebelum Nita akhirnya pindah ke Jakarta, kami sering making love tanpa sepengetahuan mamanya, pokoknya hampir tiap bertemu dengan berbagai posisi, yang sering di mobil, kamar tidur, kamar mamanya, bahkan di suatu acara ulang tahun mamanya, saya diundang.“Gimana Bang, ramai nggak ulang tahun mama saya?” “Wah, ramai sekali, pasti papamu pejabat ya?” “Ah enggak kok, Papa itu pengusaha”“Oh gitu” jawab saya sambil memperhatikan Nita yang malam itu memakai gaun yang sungguh indah, apalagi belahan atas gaunnya sungguh rendah hingga memperlihatkan payudaranya yang putih itu, mungkin tidak pake BH, gaunnya yang berwarna hijau cuma sebatas di atas lutut. Bahkan kalau Nita duduk dan saya perhatikan gaun bawahnya, mungkin dengan sengaja Nita membuka gaun bawahnya hingga memperlihatkan CD-nya yang berwarna merah muda itu. Wow, sungguh membuat si boy berontak, tapi saya pura-pura cool saja. Cerita Mesum di dalam Mobil“Bang, Nita lagi pengin nich, gimana?” tanya Nita tiba-tiba sambil mendekat pada saya. “Kita cari ruangan yuk” ajak saya yang kebetulan tadi melihat ruangan dekat taman sedang kosong. “Lho kok ke sini, apa tidak ke kamar?” tanya Nita heran. “Bosan ah di kamar, cari variasi lain, mau nggak?” “Ayo, cepetan waktunya mepet nich” gandeng Nita terburu-buru.“Nita, kamu malam ini can..” belum sempat saya berkata romantis sudah dipotong Nita dengan ciumannya yang melumat bibir saya dengan ganas, kami pun berciuman dengan alot sambil tangan saya masuk ke belahan gaunnya dan meremas payudaranya dengan gemas. “Mmh..” gumam Nita karena bibirnya sudah menyatu dengan bibir saya sambil tangannya membuka resleting celana panjang saya dan meremas-remas kontol saya yang sudah berdiri sejak menit kami saling melakukan ciuman dan remasan hingga akhirnya Nita mendorong saya perlahan.“Ayo Bang, buka celanamu” perintah Nita sambil melepas CD saya dan Nita mengambil posisi berjongkok untuk menghisap kontolku dengan sedotan yang agak keras. “Pe.. Lan.. Aja..” pinta saya pada Nita karena kerasnya hisapan Nita hingga semua kontol saya masuk pada mulutnya. Beberapa menit telah berlalu dan saya sungguh tidak tahan dengan posisi tersebut.“Gantian dong..” pinta saya pada Nita sambil saya berjongkok dan membuka CD merah mudanya serta menghisap vaginanya dan mencari biji kacangnya, menghisap dan menjilat sampai dalam vaginanya hingga semakin banyak cairan yang keluar dan Nita semakin merintih-rintih dalam posisi berdiri. “Sst.. Isep.. Yang keras.. Bang.. Sst..” “Udah Bang.. Sst.. Ayo..” rintihan dan celotehan Nita meminta saya untuk memasukkan si boy ke dalam sekarang berdiri tapi Nita menghadap ke tembok, saya singkap gaunnya dari belakang, dengan dibantu Nita saya berusaha menyodokkan kontol saya dari belakang pantatnya. Akhirnya masuk semua kontol saya dalam vaginanya, sodokan demi sodokan dengan cepat membuat Nita merintih meminta saya segera mengakhiri permainan itu, beberapa puluh menit kemudian..“Sst.. Ayo.. Bang.. Sst.. Keluarin..” “Nita udah pegel nich sst..” rintih Nita lirih karena kami jarang melakukannya dalam posisi berdiri. “Sst.. Aduh.. Akhkk..” Dan akhirnya croott.. croot.. Keluarlah lahar putih itu bersamaan dengan jeritan malam terakhir kami sebelum Anita dan mamanya pindah ke Jakarta mengikuti tugas papanya yang saya dengar dipromosikan jadi general manager di sana. Selamat jalan Nita, sampai ketemu lagi lain waktu, dan kalau kamu membaca cerita ini, jangan lupa ya kasih komentarmu bagian mana yang kurang. by – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita ngewe, Cerita Panas, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep indo.
“de… ngerti mesin mobil ga? tolongin tante dong..”Itulah kata kata yang selalu ku ingat selama ini, dan aku selalu berharap kejadian itu berulang terus. Itu semua terjadi 5 tahun lalu, ketika umurku masih sekitar 23tahun. Aku bekerja sebagai montir panggilan, ya sampai sekarang pun tetap begitu. Hampir semua mobil bisa kuperbaiki asal ada saja alatnya, terkadang aku juga jadi guru pengganti untuk smk otomotif di kota paras yang tidak terlalu jelek akupun sering berganti ganti pacar, mulai dari berjilbab sampai yang bekerja di bar bar kota bandung pernah kupacari. Jadi, masalah sex aku sudah tak asing lagi. Jangan kau tanya berapa tinggiku, karena aku hanya biasa saja seperti pemuda lain ketika itu hanya sekitar itu berawal ketika aku pulang membetulkan mobil pa zakaria yang tinggal di sebuah komplek ternama di kota bandung, mobil pa zakaria itu rumit sekali untuk dibetulkan sehingga aku membawa semua perkakas di bengkelku. Dengan mobil avanza hitam, ku pacu mobil menuju rumah pa zakaria, meskipun sudah larut malam tetap aku kerjakan mobilnya pa zakaria, maklumlah sama pelanggan lama, kasian juga pa zakaria gapunya motor atau mobil lagi buat pulang sekitar jam malam, komplek pa zakaria tinggal adalah komplek besar, jalan nya saja lebarnya hampir 6 meter se arahnya, dan ditengah tengah jalan ada taman yang membatasi dengan lajur lain, mungkin bisa kalian bayangkan bagaimana besarnya komplek itu. Dengan type culdesac tentu saja taka da jalan lain selain lewat pintu utama untuk itu bukanlah komplek yang sering dilewati oleh masyarakat, komplek itu sepi sekali jika memasuki malam, dan lampu jalanan pun kadang tak dinyalakan karena alasan hemat. Ketika aku melewati jalanan yang agak sepi, aku melihat sebuah mobil yang mengepul asap dari dalam cap mesinnya. Akupun berhenti, tapi bukan karena asap itu aku berhenti, aku berhenti karena melihat wanita di dalam mobil pun memarkir mobil hitamku agak jauh di depan mobil itu, dan lalu aku turun, ternyata ketika ku membuka pintu, wanita yang ada dalam mobil itu sudah tiba tiba menghampiri aku, dan berkata.“de… ngerti mesin mobil ga? tolongin tante dong..” ucap tante itu tanpa basa basi.“iya tante aku bisa ko, kebetulan aku montir hehe” jawabku dengan itu berjalan mendahului ku kearah mesin mobilnya yang mengepul asap, meskipun jalanan itu agak gelap, tetap saja aku bisa melihat pantat besar tante itu yang bergoyang seirama dengan langkahnya, sungguh indah walaupun sedikit tak jelas. Sekilas aku berkhayal meremas pantat besar itu, bahkan aku gigit seperti yang sering ku lakukan pada mantanku yang bahenol si tak banyak bicara selama memeriksa mesin, dan dalam 20 menit saja aku sudah mengetahui penyebabnya, ketika aku mau bicara pada tante itu ternyata tante itu sudah tertidur di dalam mobil dengan mulut menganga, aku tebak sih dia sudah memakai mobil ini dari luar kota, mungkin dia memang lelah sekali sampai sampai tidur seperti itu, tanpa kusadari aku menikmati melihatnya tertidur, dia tertidur di kursi tengah mobilnya, aku buka pintunya dan lampu dalam mobilpun menyala otomatis, dan aku pun akget bukan kepalang!Sexy banget nih tante, gilaaaa, bikin ngaceng… mana sudah seminggu aku memang tak onani, biasanya di sepong pacar, tpai kebetulan sekarang aku single, dan pikiran ku pun menjadi itu berparas cantik, memakai kacamata, dan berambut panjang, terlihat dari wajahnya kalau dia sering perawatan di kecantikan kulit, bajunya yang modis berwarna biru tosca, dan memakai jeans panjang yang sedikit ketat. Buset.. sangatlah masuk dengan pun tak lekas membangunkannya, karena ku pikir, aku akan memanfaatkan situasi ini. Tapi niat buruknya sirna seketika karena tante itu terbangun dan menatap takut padaku.“ehmm mas aduh maaf saya ketiduran nih…” seru tante sambil mengucek matanya..“iya tante gapapa ko, saya tau tante dari luar kota, iya kan?” tanyaku sambil salah tingkah takut dia tau maksudku“iya betul tante baru pulang dari Surabaya.” Jawabnya sambil minum air mineral.“jadi gini tante, mobil ini cuman kepanasan saja, kurang air di radiatornya.. tinggal tambah air saja ini sudah bisa nyala lagi, mungkin tante terlalu lama makenya, ga istirahat ya?” aku mencoba akrab“ya gitu deh mas, pengen cepet sampe bandung sih, yaudah deh mas benerin aja mobilnya, saya pengen tau beres, berapapun saya bayar mas, asal harganya masuk akal saja hehhehe” dia bilang sambil memainkan handphonenya.“oke tante.. siap” aku sambil berlalu..Dari caranya berkata aku tau dia itu memang biasa memerintah, mungkin dia bos suatu toko atau usaha sesuatu, ya ga aku pikiran deh yang kaya gituan, yang penting aku harus cepat membetulkan mobil selesailah membetulkan mobil itu, aku segera laporan ke si tante cantik.“tante sudah selesai mobilnya..”“oh bagus bagus, tapi ngomong ngomong nama km siapa?” tanyanya dengan halus.“nama saya Julio tante, tapi panggil aja ijul hehe” jawabku dengan malu.“oh ijul, ijul udah punya cowo belum?” tanyanya dengan nada nakal“lah ko cowo sih tan haha, aku normal ko suka sama cewe..” jawabku dengan tertawa, tante ini bisa melucu juga ternyata..“haha ya aku becanda jul, oh kamu normal ya? kalau normal tante mau nanya dong..” bertanya dengan wajah seperti menyembunyikan sesuatu.“apa tante?” tanyaku heran“kamu tertarik ga sama tante?” dengan lancar si tante berkata…“hmm gimana ya tan, bingung jawabnya hehe” aku kaget dikasih pertanyaan seperti itu, memang sih aku tergoda, hanya saja tidak etis jika langsung aku katakan seperti itu.“ayo mengaku saja… tante lihat ko dari tadi kamu beneri mobil sambil bener benerin celana, bangun ya tuh kontolnya.. haha” ucap tante tanpa dosa..Buset entah bagaimana perasaanku saat itu, udara dingin ditambah percakapan yang tiba tiba menjadi aneh, dan ternyata tante ini memerhatikanku dari tadi, aku memang membetulkan celana karena melihat badan sexynya ketika tertidur tadi.“aduh ketawan deh hehe” sebisaku menjawab sambil bingung akan situasi.“nahloh jul, ko bisa sih tiba tiba bangun kontolnya.. liat apa emang?” dengan memasang wajah curiga.“ngga ko tante, ga liat apa apa..”“jujur saja jul sama tante.. km liat apa sampe ngaceng gitu..”Ingin sekali aku blak blakan dan bilang ngaceng liat tante, tapi seakan lidahku menjadi kaku dan tak bisa mengucap kata kata itu, di dalam diamku menjawab pertanyaan itu, tiba tiba tangan tante itu memegang kontol… ah, rasa linunya benar benar aku rindukan, karena sudah lama kontolku tak dipegang wanita.“aduh tante mau ngapain..”“udah cepet naik sini ke mobil, nanti ada yang lihat jul.. cepet..”Akupun segera naik mobil, aku duduk disebelah tante sexy itu. Tangan tante itu terus meremas kontolku dari luar, aku bingung harus berprilaku seperti apa. Aku hanya diam saja menerima tindakan itu dan menikmati remasan tangan tante pun menuntun tanganku ke arah toketnya, akupun tak bodoh, aku langsung remas juga toketnya.“nah gitu dong jul… ahhh geli jul.. remas terus jul… keras juga gapapa… tante suka..” seraya melihat nakal terus melakukan remas meremas di dalam keheningan dan kegelapan mobil, sesekali aku mencium dan menjilat pipi tante yang menggemaskan lidah. Dan tante pun sekarang sudah membuka sabuk dan seleting ku.“jul.. pernah ngentot kan sebelumnya?” tanya tante sambil memainkan kontolku“pernah tante, kenapa emang..” jawabku sambil terus meremas toketnya..“ko nanya sih jul, entot tante dong sampe klimaks.. tante rindu kontol muda..” jawab tante sembari memposisikan badannya menghentikan tanganku yang sedang meremas toketnya, dan langsung mengulum kontolku yang sudah tegak sejak membetulkan mobil kontolku dikulum tante itu, rasa sensasi sepong menghinggapi sanubariku… rasa basah dan dingin air liur cepat aku nikmati, aku memegang rambut tante itu yang panjang, dan aku mengomandokan agar dia menyepong kontol dengan cepat, aku jenggut rambutnya. Memaju mundurkan kepalanya sesuai ritme yang aku 5 menit tante itu menyepong kontolku, lalu dia menghentikan aktifitas itu dan langsung menyandarkan tubuhnya yang sexy agak montok ke pintu dan membuka selangkangannya ke arahku.“jul, sekarang kamu dong yang oral.” Sambil dia berusaha membuka celana jeans ketatnya di tengah mobil avanza hitam yang terasa sempit jika dipakai hubungan sex seperti melemparkan celana jinsnya kebelakang, dan semerbak harum memek pun memenuhi mobil. Tanpa banyak bertanya aku langsung saja mengelus memek tante itu, dia kaget dengan elusan ku yang tanpa peringatan, dan dia tersenyum sambil tak mau ketinggalan kereta, aku langsung memposisikan badan menjilati memeknya. Aku menjilat memek seperti menjilat eskrim, hingga si tante tak kuat dengan jilatanku memukul mukul kepalaku minta aku berenti tapi tak kuturuti keinginannya, terus ku jilat sampai dia orgasme oleh itu terkena muka ku dan sedikit mengucur ke jok. Muka tante itu aku tebak sedang memejamkan mata menikmati orgasme pertamanya, nafasnya terengah engah layaknya sudah lari sprint 100m. tante itu mengisyaratkan agar aku mengentotnya segera dengan menarik kontol tegangku kearah pun tak banyak lama, langsung ku serbu dengna kontol panjang besar ku. Blesss… kontolku pun masuk sarangnya. Sensasi memek yang hangat sangat aku nikmati ditengah udara malam di bandung yang dingin seperti malam itu tak banyak bicara selama aku mengentotnya, dia terus saja merem melek menikmati entotan tiba, suara telp memecahkan kesunyian itu. Dengan ringtone buka dikit joss.“buka dikit josss”“Stop dulu jul, ada telp…”“ya halo… apa nak?”“iya mama bentar lagi plg ko, ini udah di bandung..”Aku tetap mengentotnya meski dia memintaku stop, bahkan aku menambah intensitas masuk keluarnya kontol ku. Membuatnya tak bisa menahan desahan.“eehhh aahhh~” mencubit perutku dengan tangah kirinya..“gapapa nak, mamahhh~ lagi makan aja nih, pedes aaahh~ basonya..” sambil merem melek kaya sebelumnya..Lalu diapun menutup telephone.“jul.. beresin sekarang cpt, aku mau plg ya sayang yaa..” kata si tante sambil menyimpan ho nya ke terus menggenjot memeknya seperti tidak ada hari esok. Tangan kiri tante meremas jok dengan keras, tangan kanannya memegang gagang pintu diatas lama aku pun tak kuat menahan spermaku, langsung aku semburkan di dalam tanpa tanya tante itupun seperti kaget tapi sambil menikmati hangatnya spermaku didalam memeknya.“kamu buang di dalem jul?? aku masih subur loh.. kalau aku hamil gimana…” mengambil tisu dan membersihkan memeknya.“maaf tante, ga kuat soalnya.”“yaudah gapapa, benerin tuh celananya, kalau engga aku gigit loh.” Sambil dia mengambil celana jeans nya dibelakang.“gigit aja nih…” aku arahkan kontol ke mulutnya…Dan slupppppp~, dia mengenyot kontolku yang tadinya sudah mulai melemas… dia menjilati kontolku seperti lollipop.“nah kan udah bersih tuh…” sambil dia selesai akupun plg, dia memintaku pergi menjadi ketagihan wanita yang berumur seperti dia semenjak kejadian itu, dan akupun mulai mencari petualangan yang aku sengaja buat, tidak kebetulan seperti dengan tante yang aku tak tahu namanya sampai sekarang. Aku masih selalu ingat bagaimana rasa legitnya memek tante itu dan sedotan mulutnya yang luar ane yang lain gan, silahkan mampir…thanknya ditunggu ya gaaan~
Seperti sudah menjadi ritual di hari Minggu, pagi itu aku bersama Winnie menyaksikan acara gosip di ruang keluarga. Ketika sedang serius menonton, tiba-tiba Dewi adik bungsuku muncul. Lalu dengan gayanya yang cuek dia ikut duduk di antara aku dan Winnie.“Aduuh! Sempit nih De!! Lagian ngapain sih pake ikut-ikutan segala!?” protes Winnie karena acara menontonnya jadi saja aku tertawa melihat Winnie yang marah- marah sedangkan Dewi tidak menghiraukannya sama sekali.“Teh, jalan-jalan ke ITC yuk! Ibu juga mau tuh.” ajak Dewi dengan ceria.“Boleh aja. Tapi Dewi beliin Teteh baju yah.” candaku.“Yeee.!! Ada juga Teteh tuh yang baru gajian beliin Dewi!” kata Dewi sambil menjulurkan yang tanpa sengaja menyaksikan tingkah laku anak- anak gadisnya hanya dapat tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala.“Ya udah. Nanti biar Ibu yang beliin baju buat Dewi pada siap-siap sana.” ujar Ibu pada kami.“Asyiiik!! Emang Ibu paling baik sedunia deh.!” teriak Dewi kegirangan sambil masuk ke kamarnya kemudian disusul oleh Winnie yang masih terlihat malas untuk beranjak dari duduknya.“Teteh bangunin Amar dulu sana. Nanti takut kesiangan jalannya.” lanjut Ibu ketika aku baru saja hendak masuk ke dalam kamar.“Iya Bu.” jawabku lalu segera berbalik untuk menuju ke kamar adik laki-lakiku.“Tok. Tok. Tok. Maaar!! Amaaaar.!! Bangun Maaaar.!!” aku mengetuk pintu kamar adikku dari luar dengan cukup keras sambil meneriakkan lama aku berusaha membangunkan adikku, namun belum juga terdengar sahutannya dari dalam. Akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke dalam kamar adikku karena pintunya juga tidak dalam keadaan di dalam aku mendapati adikku sedang tertidur pulas dengan posisi terlentang. Aku menggoyang- goyangkan tubuhnya, namun tetap saja belum ada sedikitpun tanda-tanda dia akan terbangun.“Pasti si Amar pulang pagi lagi deh makanya nyenyak banget tidurnya.” keluhku dalam saat aku terus berusaha membangunkan adikku, tanpa sengaja aku melihat penisnya sedang tegak berdiri di balik celananya. Tiba-tiba muncul pikiran isengku untuk membuat adikku terbangun dari tidur pulasnya. Aku kemudian bangkit dari tepi ranjang lalu menuju pintu kamar untuk menutup serta menguncinya. Setelah yakin keadaan telah aman, dengan perlahan aku menurunkan celana pendek beserta celana dalam milik yang panjang dan kurus itu kini sudah keluar dari sarangnya. Tanpa ragu lagi aku segera mengocok penisnya dengan perlahan-lahan.“Eeeehmmm. Teeeeeh. Teeteeeeh. Eeehmmm.” di dalam tidurnya adikku mendesah sambil menyebut-nyebut namaku saat aku sedang menaik-turunkan penisnya.“Si Amar pasti lagi ngimpiin aku yang nggak-nggak deh.” pikirku yang sempat menyangka kalau Amar sudah tersadar dari igauan adikku tadi membuat aku jadi semakin semangat untuk mengocok penisnya dengan lebih cepat sampai 5 menit kemudian, penis milik adikku menyemprotkan spermanya dalam jumlah banyak ke tanganku bahkan hingga menetes ke paha serta tempat tidurnya. Dengan sangat bernafsu aku pun menjilati sperma adikku yang masih menempel di tangan.“Mmmmm. Enak banget rasa spermanya Amar.” aku menggumam pelan sambil menikmati rasa sperma selesai aku pun kembali merapihkan celana adikku seperti keadaan semula. Tidak berapa lama setelah itu dia pun membuka matanya. Wajah adikku terlihat sedikit terkejut melihat kehadiranku yang sudah berada di sebelahnya.“Eh, Te-teteh. Masa barusan Amar ngimpi ngentot sama Teteh.” kata adikku dengan polos sambil mengucek- ngucek matanya.“Dasar kamu Mar.!! Makanya kalo tidur jangan ngimpi yang nggak-nggak tuh.!” jawabku sambil menahan senyum mendengar ucapan adikku.“Abisnya Amar udah lama banget sih nggak ngentot sama Teteh. Sampe celana Amar basah kayak gini.!” kata adikku sambil menunjuk ke arah celananya.“Udah deh Mar nggak usah bahas itu lagi. Mendingan Amar sekarang mandi aja sana. Terus anterin belanja ke ITC yah.” kataku yang tetap merahasiakan kejadian sebenarnya.“Iya deh Teh.” jawab adikku ketika aku sudah beranjak untuk keluar dari selesai bersiap-siap aku pun menuju mobilku yang diparkir di depan rumah. Aku mengambil duduk di sebelah adik laki-lakiku yang bertugas menjadi supir karena seperti biasa Ayah jarang mau ikut apabila diajak pergi ke Mal.“Hari ini Teteh cantik banget sih.” bisik adikku yang terus menatapku dengan pandangan kagum walaupun saat itu aku hanya memakai kaos putih berkerah dan celana jins ketat warna biru.“Kakak sendiri kok digombalin sih.” kataku dalam hati namun tetap saja pujian tersebut membuat aku jadi tersipu kami semua sudah berada di dalam mobil, akhirnya kami pun berangkat. Selama di perjalanan pikiranku selalu menerawang bayangan-bayangan imajinasi liar untuk melakukan persetubuhan dengan adik laki-lakiku seperti yang dulu sering kami lakukan.“Aku jadi pengen bersetubuh sama Amar lagi deh. Mungkin untuk terakhir kalinya.” keinginanku untuk melakukan hal tersebut semakin kuat karena aku juga yakin kalau adikku ingin melakukan hal yang beberapa bulan lalu kami berdua sepakat tidak akan pernah lagi melakukan perbuatan terlarang tersebut, dikarenakan aku dan pacarku telah merencanakan untuk melangsungkan pernikahan kami tahun aku masih teringat akan janji kami itu, namun tetap saja aku tidak dapat menghilangkan pikiran tersebut, apalagi ditambah kenyataan kalau tadi pagi aku baru saja merasakan sperma milik adikku.“Lagi mikirin apa sih Teh? Kok dari tadi diem aja sih?” tanya adik laki-lakiku memecahkan lamunanku.“Ng-nggak kok Mar. Cuma lagi kepikiran kerjaan aja.” jawabku berbohong.“Oh gitu? Tapi kalo Teteh mau cerita, Amar mau kok ngedengerin.” sambungnya lagi.“Makasih ya Mar. Sekarang Amar konsen nyetir aja sana! Entar nabrak lagi.” kataku tersadar kalau percakapan aku dengan Amar tadi dapat terdengar oleh Ibu serta adik-adik perempuanku, maka aku segera menoleh ke bangku belakang. Perasaanku sungguh lega karena ternyata aku mendapati mereka bertiga sedang tertidur lelap.“Untung aja. Jadi mereka nggak denger obrolan aku sama Amar barusan.” karena aku takut kalau Ibu mendengar percakapan kami tadi beliau akan menjadi kuatir menempuh sekitar 1 jam perjalanan kami pun akhirnya tiba. Seperti halnya pada hari-hari libur, di depan jalan sudah penuh dengan mobil yang antri agar mendapatkan parkir di dalam gedung. Karena takut membuang waktu terlalu lama, Amar menyuruh kami semua untuk turun di depan lobi utama, kemudian nanti dia akan menyusul ke dalam.“Bu, Teteh nemenin Amar nyari parkir aja deh. Kasihan Amar. Entar nyasar lagi! Ibu, Winnie sama Dewi duluan aja.” kataku yang melihat ini adalah kesempatan untuk dapat berdua saja dengan adik mereka tidak curiga dengan permintaanku karena alasan yang aku berikan cukup masuk ini memang lebih sering aku datangi bersama pacarku bila dibandingkan oleh Amar yang baru beberapa kali saja. Akhirnya kami janjian untuk bertemu di Food Court karena Winnie dan Dewi sudah kelaparan.“Teteh baik banget sih pake nemenin Amar segala.” kata Amar ketika sedang mencari tempat parkir yang kosong.“Nanti juga Amar tau kok kenapa Teteh mau nemenin.” kataku sambil tersenyum penuh arti yang membuat wajah adikku jadi terlihat mendapati setiap lantai sudah terisi penuh, maka kami terus mencari parkir hingga ke tingkat paling sampai di sana, aku melihat kondisi pelataran parkir tersebut sangatlah sepi, paling hanya diisi sekitar 10 mobil saja. Mungkin karena banyak orang yang malas untuk parkir hingga ke lantai atas, sehingga mereka lebih memilih untuk parkir di luar gedung saja. Namun sungguh kebetulan karena memang suasana seperti inilah yang aku harapkan.“Mar, parkir di sana aja tuh.” aku menunjuk sebuah tempat kosong yang berada di sudut dan jauh dari mobil- mobil segera adikku mengarahkan mobil kami untuk menuju tempat yang aku tunjuk tadi. Tempat tersebut ternyata cukup gelap karena tidak terlalu terjangkau oleh sinar matahari maupun lampu penerangan, dikarenakan tempatnya yang memang cukup terpencil.“Mar. Teteh jujur aja kalo sebenarnya Teteh masih sering kepikiran tentang kita.” kataku setelah Amar selesai parkir dan mematikan mesin mobil.“Maksudnya Teteh apa sih?” tanya adikku yang sepertinya memang belum mengerti apa maksud perkataanku.“Eeemm. Teteh pengen gituan lagi sama Amar.” jawabku terus terang.“E-eh. Te-teteh serius nih?” adikku bertanya dengan adikku tadi hanya aku jawab dengan anggukan lalu secara perlahan-lahan aku mulai mendekatkan wajahku ke arahnya. Aku dapat merasakan hembusan nafas adikku yang memburu di wajahku. Kemudian aku lingkarkan tanganku pada lehernya dan bibir kami mulai saling bertemu. Aku mengeluarkan lidah menjilati bibirnya, adikku juga ikut mengeluarkan lidahnya untuk membalas kami semakin panas seiring dengan gairah yang membara di dalam diri kami. Suara-suara kecupan bercampur dengan erangan tertahan ditambah oleh nafas kami yang semakin tidak adikku kini merambat turun hingga ke leher mulusku, kemudian dengan bibir serta lidahnya dia mencium dan menjilat dengan penuh nafsu. Sambil terus menciumi leherku, tangan adikku meremas-remas payudaraku yang masih terbungkus pakaian lengkap.“Eeeemmmhhh.” desahku sangat puas dengan hanya memegang payudaraku dari luar saja, tangan adikku mulai menarik ujung kerah bajuku ke atas hingga akhirnya terlepas seluruhnya. Kini bra milikku yang berwarna pink dan perutku yang mulus jadi terlihat. Dengan cepat kedua tangan adikku meraih tali bra tersebut, kemudian dia membuka kaitannya hingga kini payudaraku sudah tidak tertutup apa-apa payudaraku tidak besar bentuknya, namun tetap saja menantang untuk diraba dan diremas oleh siapapun yang melihatnya. Sementara kedua putingku yang berwarna kecoklatan nampak nikmat untuk tangan adikku kini memegang masing-masing buah dadaku. Kemudian aku pun mulai memejamkan mata karena ingin lebih menghayati dan menikmati rabaan dan remasan adikku sehingga dia pun juga semakin adikku meremas-remas kedua payudaraku sambil memilin kedua putingnya dengan jari-jarinya yang panjang hingga membuatnya semakin tegang. Tampak putingku yang kecoklatan sudah sangat mengeras akibat ulah adikku.“Oooooooh. Ooooohhhh. Aaaaaaaaaah.” aku merintih tidak tidak tahu persis berapa lama buah dadaku menjadi bulan-bulanan adikku. Namun yang aku sadari hanya darahku semakin berdesir ketika adikku kini mulai menyedot-nyedot puting payudaraku. Aku yang merasa semakin terangsang hanya dapat menggunakan kedua tanganku untuk mengelus-elus kepala adikku yang sedang menghisap payudaraku. Tubuhku bergetar hebat merasakan payudaraku dihisap habis oleh adikku.“Aaaaaghhh. Amaaar. Teeruuuuus.” aku melenguh ketika dengan semakin rakus adikku melumat adikku ternyata tidak tinggal diam, sambil terus melumat payudaraku tangannya memainkan vaginaku yang masih tertutup dengan celana jeans.“Mar. Teteh pengen isepin penis Amar sekarang.” aku berkata pelan sambil menatap saja mendengar permintaanku tanpa pikir panjang lagi adikku langsung melucuti celananya sendiri hingga kini terpampang jelas penisnya sudah tegak berdiri seperti tiang bendera.“Kok udah tegang kayak gitu aja sih Mar? Pasti Amar udah nggak tahan ya?” tanyaku dengan nada menggoda.“I-iyaa Teh.! Abis udah lama banget nggak pernah disepong sama Teteh lagi.” jawab adikku dengan wajah rasa canggung dan ragu, akupun memegang dan mengocok perlahan penis adikku. Nafsu birahiku sepertinya sudah menguasai diriku sampai aku lupa bahwa sekarang kami berdua sedang melakukan hal ini di dalam parkiran mobil yang sewaktu-waktu bisa saja ada satpam atau orang lain yang datang memergoki kami.Pleeekhh. Pleeekk. Pleeekkk.’ terdengar suara kocokan tanganku pada batang penis Amar yang semakin menegang saja.“Uuuuuuugghhh. Teeeeeh.!!” Amar melenguh-lenguh ketika aku bermain pada penisnya.“Teeeh. Amaaar nyalain AC dulu yaaah. Jadi panaaass nih!” kata adikku yang memang dahinya sudah tampak penuh dengan hanya mengangguk lalu menghentikan kocokanku tanpa menjawab pertanyaan adikku terlebih tidak mau kehilangan waktu sedikitpun, dengan terburu-buru adikku memutar kunci mobil yang masih menempel pada kontak, kemudian segera menyalakan saat jeda itu aku baru tersadar kalau ternyata tubuhku juga sudah basah oleh keringat.“Lanjutin lagi dong Teh.! Udah nggak tahan nih.!” pinta Amar setelah udara di dalam mobil menjadi lebih langsung meraih penis tersebut dan berkata “Amar udah siap diisepin sama Teteh?” Tanpa perlu menunggu jawaban dari adikku terlebih dahulu, aku pun langsung memasukan penis tersebut ke dalam mulut.“Mmmmmmhh.” aku dengan cepat mengulum dan memainkan lidahku pada penis Amar.“Aggghhh.!! Iseeep teruuus Teeeeehh.!! Iyaaaah. Eenaaak bangeeeeet.!!” kata adikku yang kini mendesah dan mengerang keenakan menikmati apa yang aku lakukan pada tercium bau keringat dari penis adikku sehingga aku harus sedikit menahan nafas. Namun aku terus saja memasukkannya lebih dalam ke mulutku lalu mulai memaju-mundurkan kepalaku. Selain menghisap, terkadang tanganku juga turut aktif mengocok penisnya.“Aaaaahh. Teteeeeh makiin jagooo ajaaaa nyepongnyaaaaa.!!” ceracau adikku karena saat itu aku memang mengeluarkan semua teknik tangan adikku membelai rambutku dengan lembut selagi aku terus berusaha membuat penisnya semakin menegang. Sesekali aku menatap nakal pada adikku, agar dia semakin terangsang. Tidak lama kemudian tangan adikku mulai bergerak untuk meraba-raba kedua payudaraku selagi aku sedang menikmati penisnya.“Mmmhh. Slurrrp. Mmmmhh.” tentu saja saat ini aku tidak bisa bebas mendesah ketika kurasakan tangan adikku semakin kencang meremas dadaku.“Mmmmh. Aaaaaaahh. Maaaar.!!” karena tidak kuat lagi akhirnya aku mendesah hingga untuk sesaat penis adikku terlepas dari kulumanku.“Kok berhenti sih Teh? Terusin lagi dong. Enak banget sepongannya Teteh!” dengan kurang ajar adikku menjejalkan penisnya ke dalam mulutku.“Mmmppph.” aku merintih tertahan lalu melanjutkan hisapanku yang sempat tertunda.“Oooooooh. Teteeeeeeeeh.!!” adikku mulai menjambak rambutku dengan kencang karena mungkin dia tidak mampu menahan kenikmatan yang adikku itu kujilat memutar, lalu kepala penisnya kuhisap kuat-kuat dan beberapa saat kemudian penis itu kembali kucelupkan ke dalam kuluman mulutku. Namun karena tangan adikku masih saja terus-terusan bermain pada kedua payudaraku, maka beberapa kali aku melenguh tertahan karena mulutku penuh dengan karena adikku tidak mau cepat-cepat mengalami ejakulasi dia berkata “Udah dulu Teh.! Sekarang giliran Amar yang muasin Teteh yah.” sambil menarik pelan kepalaku hingga hisapanku pada penisnya aku membuka celana panjang dan menurunkan celana dalamku yang juga berwarna pink. Sehingga sekarang terlihatlah vaginaku yang tanpa dihiasi bulu sedikitpun. Adikku memperhatikan sejenak kemaluanku sambil mengelus pelan bibir bagian luarnya.“Memek Teteh masih rapet aja.” adikku terkagum-kagum walaupun ini bukan pertama kalinya dia memegang dengan tidak sabar jari-jari tangannya membelai kemaluanku yang memang tampak menggoda. Dua jarinya kemudian masuk ke dalam dan mengelus-elus dinding vaginaku sekaligus mencari klitorisku. Ketika menemukan titik rangsangan itu, adikku semakin gencar memainkan benda tersebut sehingga tubuhku semakin tidak terkendali dan terus menggeliat-geliat.“Aaaaaaaaaahh.” aku mendesah-desah karena jari adikku terus menyentuh bagian AC di dalam mobil menyala cukup dingin, namun butir-butir keringat seperti embun semakin membanjiri wajah dan tubuhku yang menandakan betapa terangsangnya aku. Supaya lebih memudahkan Amar, aku kemudian mengangkat paha sebelah kananku hingga berada di bangku yang sedang diduduki adikku hingga kini aku berada dalam posisi kedua jarinya, adikku membuka bibir vaginaku sehingga udara dingin dari AC menerpanya dan membuatku semakin merinding. Tubuhku semakin bergetar ketika dengan penuh nafsu Amar mulai membenamkan wajahnya dan menjilat-jilat vaginaku.“Oooohhh. Teruuuuushhh Maaar!! Enaaaaak.” aku berteriak-teriak menikmati jilatan yang sekarang sudah jauh lebih berpengalaman, memainkan lidahnya dengan jitu pada klitorisku, sedangkan jari tengahnya menerobos lubang vaginaku. Jendela mobil yang dalam keadaan tertutup rapat membuat aroma khas dari vaginaku segera menyebar di dalam mobil yang justru membuat adikku semakin bernafsu memainkan lidahnya.“Eenngghh. Teruuuuus Maar.!!” aku menggeliat merasakan lidah adikku bergerak liar merangsang setiap titik peka pada sungguh menikmati permainan jilatan dari adikku hingga otot vaginaku semakin menegang. Birahiku pun semakin memuncak yang berakibat tubuhku menggelinjang hebat.“Aaaaah. Amaaaaar.!! Teteeeeh keluaaaaaaar.!!” aku mengerang panjang karena merasakan nikmat yang tidak dapat dilukiskan dengan lidah dan tangan adikku akhirnya membuatku mencapai orgasme yang pertama. Tubuhku mengejang luar biasa hebat! Dengan tangan kiri aku meremas-remas payudaraku sendiri dan tangan kananku menekan kepala adikku agar lebih terbenam lagi di selangkanganku. Aku merasakan vaginaku dihisap kuat oleh adikku dan dengan rakusnya dia melahap setiap tetes cairan yang terus mengalir dari sana.“Aaaaah.!! U-udaaaah Maaar.! Teteeeh udaah nggaak kuaaat lagiiii.!!” aku memohon agar adikku menghentikan jilatan dan hisapannya pada memperdulikan permintaanku, adikku terus melumat kemaluanku dengan rakusnya. Lidahnya menyapu seluruh pelosok vaginaku dari bibirnya, klitorisnya hingga ke dinding bagian dalamnya. Namun perbuatannya itu memang memberikan sensasi yang luar biasa. Aku benar-benar telah lepas kontrol dan mataku menjadi merem-melek dibuatnya. Setelah menyantap cairan cintaku hingga benar-benar habis barulah adikku menghentikan hisapannya.“Dasaaar. Heeeh. Kamuuu nakaaal Maar.!! Heeeh. Heeeeh.” kataku dengan nafas terengah-engah.“Tapi Teteh suka kan?” tanya adikku yang di pinggir mulutnya masih tampak lengket dengan cairan dapat berkata apa-apa, aku menganggukkan kepala tanda setuju sambil tersenyum puas. Seperti tidak mau memberi kesempatan bagiku untuk beristirahat, adikku mencium lagi bibirku yang juga kubalas dengan tidak kalah bernafsu. Selagi kami berciuman aku dapat mencium aroma tajam dari cairan vaginaku yang melekat pada mulutnya.“Mar. Masukin penis kamu ke vagina Teteh dong. Teteh udah nggak tahan.” aku berkata mesra di telinganya setelah tenagaku pulih kembali.“Ayo Teh! Tapi biar lebih enak kita pindah ke bangku belakang aja yah.” ajak adikku dengan penuh aku berpikir kalau benar juga apa yang dikatakan oleh adikku tadi, aku pun menuruti perintahnya untuk berpindah ke bangku belakang lalu mengambil posisi tiduran. Sedangkan adikku yang masih berada di bangkunya, terlihat sedang sibuk membuka bajunya hingga akhirnya kami berdua sudah dalam keadaan telanjang bulat. Setelah itu adikku ikut menyusul ke belakang.“Jangan kasar-kasar yah Mar.” pintaku.“Iyaaa Teh.” jawab adikku ketika sedang berusaha memasukkan melebarkan kedua pahaku lalu mengarahkan penis panjangnya di antara vaginaku. Bibir vaginaku jadi ikut terbuka siap untuk menyambut penis yang akan memasukinya. Namun di luar dugaan adikku tidak langsung mencoblosku, melainkan sengaja dia gesek-gesekkan terlebih dahulu kepala penisnya pada bibir luar vaginaku agar semakin memancing birahiku.“Masukiiiin sekaraaaaang Maaar.!!” karena sudah tidak sabar ingin segera dicoblos aku pun meraih batang penis milik adikku yang sudah tegang dan keras sekali lalu membimbingnya untuk masuk ke dalam vaginaku.“Uuughhh. Peniiis Amaaaar enaaaak bangeeet.!!” kataku setelah merasakan penis adikku yang kini hampir memenuhi seluruh rongga vaginaku.“Memeeek Teteeeeh jugaa nikmaaat desah perlahan adikku mulai menggenjot vaginaku yang sudah mulai basah lagi. Kami berdua sama-sama saling melampiaskan hasrat dan nafsu yang begitu menggebu- gebu. Saat melakukan persetubuhan aku sempat berpikir ada untungnya juga kami parkir di lantai yang sepi dan letaknya cukup jauh dari mobil-mobil lain, kalau tidak tentu goyangan-goyangan dari dalam mobil ini pasti akan mengundang kecurigaan.“Aaaaaaakkhh.” erangku sambil mengepalkan tangan erat-erat saat penis adikku sudah masuk seluruhnya ke dalam adikku menarik penisnya lalu ditekan ke dalam lagi seakan ingin menikmati dulu gesekan-gesekan pada himpitan vaginaku yang bergerinjal-gerinjal itu. Aku juga ikut menggoyangkan pinggul dan memainkan otot vaginaku mengimbangi hentakan penisnya. Ternyata gerakanku tadi membuat sodokan adikku semakin lama semakin kencang saja.“Aaaauuuuuuhhh.!!” aku menjerit lebih keras akibat hentakan keras dari penis adikku pada lubang selama adikku menyetubuhiku tubuhnya yang kurus terus bercucuran keringat. Beberapa menit kemudian adikku menurunkan tubuhnya hingga menyambutnya dengan pelukan erat, sementara kedua kakiku aku lingkarkan di pinggangnya. Adikku mendekatkan mulutnya ke leherku lalu di bawah sana penis adikku semakin gencar mengaduk-aduk vaginaku diselingi gerakan kami berdua sudah berlumuran keringat yang saling bercampur.“Aaaaaagh. Aaaaaah. Oooooh.” aku terus merintih karena merasa akan mengalami orgasme kembali.“Aaaahhh. Teteeeh keluaaar lagiiii Maaaaar.!! Oooohhhh.” aku melenguh panjang ketika aku orgasme untuk yang kedua keras tadi menandai orgasme dahsyat melandaku melebihi yang pertama tadi. Aku pun menjerit sejadi-jadinya, tidak peduli sedang dimana aku sekarang ini, untung mobil itu tertutup rapat dari dalam sehingga suaraku tidak akan terdengar sampai keluar.“Sekarang giliran Teteh yang di atas yah.” tanpa memberi aku waktu adikku merubah posisi kami sehingga kini aku berada di atas masih merasa sangat lelah akibat mengalami dua kali orgasme, namun tanganku tetap meraih penis Amar lalu mengarahkannya ke vaginaku.“Ooohh. Eenak bangeeet Mar!!” kepalaku menengadah sambil mengeluarkan desahan menggoda saat menurunkan tubuhku hingga penis adikku melesak masuk ke dalam vaginaku yang sudah basah.“Teteeeeh. Oooooohhh. Teteeeeeeeh.” Amar juga ikut mendesah sambil tidak henti-hentinya meneriakkan tangan adikku memegang sepasang payudara milikku dan meremasinya. Sesaat kemudian, aku sudah mulai menaik-turunkan tubuhku di atas penis adikku. Amar melenguh merasakan bibir vaginaku mengapit penisnya dan dinding-dinding bergerinjal di dalamnya menggeseki penisnya di dalam sana. Goyangan naik-turunku semakin liar dan desahanku pun semakin tak berada dalam posisi di atas, aku baru sempat memperhatikan dari dalam mobil kalau ternyata sudah cukup banyak mobil lain yang parkir di dekat tempat kami sekarang. Sebenarnya ada rasa ketakutan yang besar di dalam diriku apabila kami berdua sampai dipergoki oleh orang lain dalam keadaan seperti ini. Namun justru inilah sensasi dari melakukan seks di tempat yang berbahaya.“Aaaaahhh.” aku sungguh menikmati posisi tersebut dikarenakan penis adikku menancap lebih dalam pada mencondongkan badanku lebih ke depan sehingga payudara milikku mendekati wajah adikku, tanpa diminta dia langsung melumatnya. Tangan adikku juga ikut meremasi bongkahan payudaraku dan mulutnya menggigit-gigit kecil putingnya. Aku merasakan betapa liang kewanitaanku menjadi tidak terkendali berusaha menghisap dan melahap alat kejantanan adikku itu sedalam-dalamnya.Clep. Clep. Clep’ suara vaginaku yang sudah becek bergesekan dengan penis milik pelumas vaginaku keluar sangat banyak sehingga penis adikku semakin lancar keluar masuk penuh birahi aku terus menggenjot penis nakal adikku meraih payudara serta pantat mungilku lalu meremas-remasnya dengan gemas.“Ooohh. Memeeeek Teteeeeh. Sempiiit bangeeeeet.!! Enaknyaaaa.!!” adikku terus memuji lama aku menaik-turunkan tubuhku dengan liar dalam posisi di atas hingga akhirnya tubuhku dirasakan semakin mengejang. Gelombang kenikmatan itu menyebar ke seluruh tubuh menyebabkan tubuhku berkelejotan dan mulutku mengeluarkan erangan panjang. Hanya dalam waktu kurang dari 15 menit aku menggoyangkan tubuhku di atas adikku, aku pun mengalami orgasme untuk yang ketiga kalinya! “Aaaaaaaah. Teteeeeh mauuuu keluaaaaar lagiiii. Aku melenguh panjang meresapi kenikmatan yang melanda tubuhku.“Amaaaar jugaaa udaaah mau keluaaar Teeeh.!!” teriak adikku yang akhirnya hampir mencapai klimaks.Croooot. Croooot. Croooot.’ tidak lama kemudian akhirnya terdengar suara sperma adikku yang mengisi penuh rahimku dalam waktu yang sangat itu alat kejantanan adikku tetap aku biarkan terbenam sedalam-dalamnya di liang kewanitaanku sehingga seluruh cairan birahinya terhisap di dalam tubuhku sampai tetes terakhir. Aku memang sengaja berusaha menjepit penisnya erat-erat karena tidak ingin segera kehilangan benda tersebut dari dalam sungguh mengagumi keperkasaan adikku yang mampu membuatku mencapai orgasme hingga beberapa kali. Selanjutnya kami hanya bisa terhempas kelelahan di jok belakang itu dengan tubuh bugil kami yang penuh oleh keringat. Kami berdua berpelukan mesra menikmati sisa- sisa kenikmatan. Nafas kami saling memburu hingga akhirnya mulai normal lagi setelah beberapa menit beristirahat.“Amar hebat banget sih.! Masa Teteh udah keluar sampe tiga kali, Amar baru sekali.” pujiku sambil mengecup mesra bibir adikku.“Berarti nggak percuma dong Amar sering ngentot sama cewek Amar.” katanya terus saja aku sedikit tidak rela kalau adikku bersetubuh dengan wanita lain selain diriku. Namun aku pun harus belajar menerima semua itu, karena aku pun juga tidak setia dengannya. Tidak lama kemudian adikku kembali melumat bibirku dengan lebih lama dan bergairah. Lidah kami saling beradu dan saling hisap dengan sangat terus berciuman, tangan kurus adikku tidak henti- hentinya menjelajahi seluruh tubuhku. Sentuhan demi sentuhan adikku kembali menaikkan gaya nakal aku mendorong dada adikku hingga dia kini kembali berada dalam posisi telentang. Aku menaiki wajah Amar kemudian menggeser tubuhku hingga penisnya berada di atas mulutku, sementara itu mulut adikku juga tepat di bawah vaginaku.“Jilatin vagina Teteh yah Mar. Puasin Teee. Aaaaahhh!” sebelum sempat menyelesaikan kata-kataku lidah adikku sudah lebih dulu menyapu bibir membalasnya dengan menjilati kepala penis adikku yang sudah tampak licin dan berwarna kehitaman. Lidahku menjilati bagian yang disunat tersebut beserta lubang penisnya. Aksiku itu membuat tubuh adikku menjadi bergetar dan mulutnya mengeluarkan lenguhan birahiku yang naik semakin tinggi, tentu saja aku semakin bersemangat mengoral penis milik adikku. Aku hisap benda itu kuat-kuat hingga pipiku sampai terlihat cekung menghisapi penis tersebut. Tanganku yang halus juga ikut memijati buah zakar adikku sehingga pasti menambah kenikmatan baginya. Jari-jari adikku pun ikut menusuk-nusuk hingga vaginaku semakin basah saja bergoyang dengan liar akibat ulah adikku yang dengan sangat cekatan menjilati vaginaku yang kini telah banjir. Adikku juga terlihat semakin bersemangat menghisap-hisap dan menjilati klitorisku. Tidak mau terus kalah dengan Amar, aku semakin berusaha mengeluarkan kemampuan dalam menjilat dan menyedot-nyedot penis miliknya hingga dia merasakan kenikmatan yang luar adikku tetap tidak ingin kalah dengan mengalami orgasme terlebih dahulu. Sehingga kami berdua kini saling berlomba merangsang satu sama lain dan tinggal menunggu saja siapa yang tidak kuat bertahan.“Teteeeeh nggaaaak kuaaaaaaat lagiiiii.!! Aaaaahhhhhhh.!!” lagi-lagi akulah yang menjadi pecundang karena sudah tidak tahan lagi dirangsang sedemikian rupa oleh ini aku bahkan mengalami orgasme yang sungguh luar biasa! Saat itu aku sama sekali tidak ingat lagi dengan keadaan sekitar sehingga aku meracau tidak karuan sambil berteriak-teriak dengan keras. Sementara itu vaginaku mengeluarkan cairan yang sangat banyak hingga membuat wajah adikku jadi basah terus-menerus merangsang titik-titik sensitif pada daerah vaginaku hingga membuat tubuhku semakin berapa lama setelah aku mengalami orgasme, adikku sudah mulai terlihat tidak tahan lagi dengan perlakuanku pada penisnya. Apalagi mulutku terus melakukan hisapan secara akhirnya Croooott. Croootttt. Croooott.’ sperma adikku yang hangat, kental serta memiliki bau yang khas, keluar dengan sangat banyak ke dalam mulut mungilku.“Ooooohh. Sedoot teruus Teeeh!! Enaaaak. Teleeen pejuuu Amaaar semuanyaaaa.!!” perintah adikku agar menelan seluruh sperma yang dikeluarkan dari penisnya dengan mulutku sampai betul-betul selesai meminum sperma adikku yang terasa sangat nikmat di mulut, aku pun meraih batang penisnya lalu menghirup dalam-dalam aroma spermanya. Dengan perlahan aku menjilati sisa sperma adikku yang masih menempel hingga penisnya menjadi mengkilap dan licin kembali.“Emang paling mantep deh sepongannya Teteh.!” kata adikku memuji tenaga kami sudah terasa habis, kami berdua hanya bisa menyenderkan tubuh di kursi belakang. Selama kami tersandar lemas di bangku belakang, suasana di dalam mobil menjadi hening. Hanya terdengar suara desah nafas dan juga suara tiupan AC mobil yang angin dinginnya menerpa tubuh telanjang kami berdua.“Ternyata mimpi Amar bener-bener jadi kenyataan.” kata adikku yang nampak tersenyum layaknya sepasang kekasih, aku menyandarkan kepalaku di pundak Amar sambil memeluk badannya yang kurus. Kemudian kami berciuman kembali sambil saling menggoda dan bercanda menikmati saat-saat terakhir sebelum akhirnya berbenah diri.“Aduh Mar!! Kita udah satu jam lebih nih.! Nanti bilang apa ke Ibu?” aku berteriak kaget ketika melihat ke arah jam tanganku.“Tenang aja Teh! Bilang aja nyari parkirnya susah, terus Teteh bilang aja sekalian liat-liat baju.” jawab adikku dengan santainya.“Iiih. Amar emang pinter banget deh kalo nyari alesan.!” kataku sambil mencubit pelan kembali berpakaian lengkap akhirnya kami pun segera keluar dari mobil dan menuju ke Food Court tempat Ibu dan adik-adikku yang lain menunggu. Ternyata alasan yang disarankan Amar tadi benar-benar membuat mereka percaya begitu sudah merasa sangat lapar dan lelah akibat saling melepas birahi di mobil tadi, akhirnya aku dan Amar langsung memesan makanan sebelum kami semua melanjutkan perjalanan untuk hari ini menjadi belanja paling melelahkan bagiku. Bahkan aku sempat tertidur di mobil cukup lama dalam perjalanan pulang ke dalam hati kecilku, aku merasa yakin kalau setelah kejadian ini aku dan adik laki-lakiku akan tetap melanjutkan hubungan terlarang ini setiap kali ada tidak tertutup kemungkinan kami melakukannya setelah aku menikah dengan pacarku nanti.
Cerita Ngentot Bercumbu Di Dalam Mobil – Adelia adalah namaku aku seorang gadis yang masih duduk di bangku kuliah. Seperti mahasiswa lainnya akupun menjalin hubungan dengan seorang cowok. Tapi kisah cintaku tidak berakhir dengan baik. Selalu saja aku di hianati oleh pacarku. Padahal aku sudah mencoba untuk setia pada pacarku itu. Bahkan dengan salah satu dari mereka aku pernah melakukan adegan seperti dalam cerita dewasa. Cerita Ngentot. Tapi kembali aku mengalami hal yang sama kalau tidak di selingkuhi terkadang dia pergi tanpa memberikan status yang jelas padaku. Sampai akhirnya akupun menjadi tidak lagi percaya pada setiap laki-laki. Namun untungnya aku memiliki seorang sahabat Lina namanya dia adalah sahabatku mulai dari aku masih sekolah dulu sampai kini aku sudah kuliah dan satu kampus yang sama dengan Lina. Dari dulu aku selalu berkeluh kesah dengannya tidak terkecuali masalah pribadi yang aku hadapi, dengan sabarnya dia selalu mencoba memberikan semangat padaku. Bahkan dia selalu bilang kalau pada suatu saat aku akan menemukan seorang cowok yang sama seperti cowoknya Dirga, yang juga satu kampus denganku. Mungkin karena seringnya Lina membanggakan cowoknya itu. Akupun kini sering menjadi memikirkan dia, bahkan ada niatku untuk mencari perhatian lebih pada Dirga. Karena dia memang sering mengantarku setelah mengantar Lina karena itu kami sering jalan bareng juga, tanpa ada yang curiga karena aku memang bersahabat baik dengan Lina mulai dari dulu dan kini dengan cowoknyapun aku begitu dekat meskipun kini ada niat buruk dalam benakku. Awalnya Dirga bersikap biasa saja ketika aku mencari perhatian padanya mulai meminjam pundaknya untuk menjadi sandaranku, sampai akhirnya aku memeluk dia lebih lama dari biasanya. Sejak saat itu aku melihat Dirga mencoba menghindariku tapi di depan Lina dia bersikap seperti biasa karena itu aku berpikir kalau dia merahasiakan perubahan sikapku padanya. Cerita Ngentot Bercumbu Di Dalam Mobil Hingga pada suatu malam kami baru datang dari sebuah acara yang kami datangai bersama. setelah mengantar Lina kerumahnya seperti biasa kini giliranku untuk di antar oleh Dirga. Karena rumah kami memang satu arah, karena saat itu aku memakai gaun yang berbelahan terbuka juga lebih mini maka dengan mudah Dirga dapat melihat lekuk tubuhku apalagi tadi aku memang sengaja pindah di sampingnya. Karena memang sudah terbiasa aku pindah duduk setelah Lina keluar dari dalam mobil. Namun kala itu aku memegang pahanya yang sedang mengemudikan mobil, dengan lembut aku elus-elus paha Dirga hingga dengan berani aku memegang kontolnya dari luar celananya, melihat Dirga diam saja aku semakin gencar meremas kontolnya yang mulai menegnag di balik celananya. Dengan lembut aku mainkan tanganku di kontolnya, hingga aku tidak tahan juga untuk melakukan lebih jauh lagi. Sembari mengemudikan mobilnya akupun memmbuka resleting celana Dirga hingga terlihat kontolnya yang sudah menegang dengan keras, saat itulah aku menundukan kepalaku lalu menyentuh batang kemaluannya dengan bibirku membuat Dirga menggelinjang kaget. Bagai pemain dalam adegan cerita dewasa akupun melumat kontolnya dalam mulutku ” OOOuuugggghh… ooouuuggggghhh…. aaaaaaggggghh… aaaaaagggghhh… aaaaagghh… ” Desahnya mulai terdengar di telingaku, aku yakin kalau Dirga mulai terpancing nafsunya. Semakin liar aku mainkan lidahku dalam kontolnya bahkan sesekali tanganku mulai mengocoknya dengan belaian lembut. Cerita Ngentot Bercumbu Di Dalam Mobil Mungkin Dirga tidak kuat menanhanya, akhirnya dia menghentikan laju mobilnya di sebuah tepi jalan yang agak sepi. Saat itulah aku semakin liar menjilat bahkan menghisap buah zakarnya, kontol itu terlihat lebih keras dan lebih besar lagi ” OOOUuuuggggghh… ooouuuggghh…. oooouuugggghhh……. aaaaaggghh…. Adel… aaaaggghh… ” Terdengar menggairahkan. Kata Dirga yang menyebutkan namaku, dengan semakin kuat lagi aku mengocok kontolnya lalu aku melihat Dirga menyuruhku untuk lebih rebahan lagi pada jok mobil yang telah dia setel lebih rendah lagi, saat itulah dia menindih tubuhku lalu mencoba memasukkan kontolnya, karena dengan mudah aku menyingkap gaunku tanpa kesulitan akupun melebarkan pahaku. Begitu buah zakarnya menembus memekku akupun mendesah keras ” Ooouuggghh… oouugghh… Dir.. ga…. aaaggghhh… cepat… sa.. yang…. aaaaggggghhh… ” Mendengar kataku semakin cepat pula Dirga menggoyangkan pinggulnya di atas memekku, bahkan diapun terlihat begitu menikmatinya ” OOuugghh….. Adel… aaaaaggghh…. aaaaaggggghh…. aaaagghhh… ” Desahku Tidak lagi aku temukan kesulitan meskipun aku menggoyang pantatku dio bawah tubuh Dirga yang berada di atas tubuhku ” Oouuugghh… eeeeeuummmpphh… aaaaggghhh….. aaaagggghh… Dir… ga…. sa.. yang…. aaaaaaaaaggghghh….. aaaaaggghhh….. aaaaggghh… ” Aku putar pantatku di bawah tubuh Dirga dengan lebih mengairahkan lagi karena akupun begitu horny. Sampai akhirnya aku mendengar Dirga mengaerang lebih keras dan kontolnya semakin dalam menekan memekku ” OOOuuugghh… ooouuuggghh…. ooouuggghhh…….aaaaghhh… ” Kini akupun merasakan ada sesuatru yang hangat dari dalam kontolnya yang menembus dalam memeku, akupun merasa nikmat yang tiada terkira waktu itu. Aku peluk tubuh Dirga tidak lagi aku pikirkan mobil yang ikut bergoyang di saat kami melakukan adegan cerita dewasa itu.,,,,,,,,,,,,,,,,,
Menceritakan pengalaman Sex dari seorang pasangan yang sama-sama melepas keperjakaan dan keperawanan. Mereka bernama Atep dan Putri. Yang cukup menarik dari cerita ini ialah dimana Putri ini seorang wanita Jilbabers sholehah yang taat pada agama. Mau tau kelanjutan bagaimana ceritanya, langsung aja yuk baca dan cerita hot terbaru ini. Selain cantik Putri juga aktif dalam kegiatan Religius, Putri termasuk golongan ramah kepada siapapun. Bahkan dia ramah pada kaum pria yang baru dikenalnya. Karena pada awalnya aku sering malu dan ragu takut diacuhkan pada saat berkenalan. Ternyata prediksiku salah, Putri menanggapi usaha perkenalanku dengan dia. Maka dari itu akupun mencari peluang untuk berkenalan lebih dalam lagi dengan Putri. Atep Ehemmmmm… boleh kenalan ngak ? sapaku penuh percaya diri Putri Iya boleh tapi maaf, Mas siapa ya ?? ucap Putri padaku. Atep Perkenalkan namaku Atep. Tetapi sering di panggil Ariel !!! Candaku kepada putri “Ngomong-ngomong boleh kenalan gak ? Putri Boleh saja kok Mas, emang ada tulisan dilarang ya di bajuku hehe ? ucapnya dengan sedikit gurauan kepadaku “Namaku panggilanku Putri mas” Atep Oh Putri.. Ya… ya… ya… Nama kamu lumayan unik dan menarik deh !!! Ucapku Putri Ah mas bisa aja. Jawab putri singkat Singkat cerita kamipun mengobrol panjang lebar dan membahas banyak tentang kepribadian masing-masing. Karena saat itu aku merasa akrab dengan Putri, Aku mencoba memberanikan diri untuk meminta BBM Putri. Dengan mudahnya akupun mendapatkan BBM-nya, setelah itu kamipun pulang karena sudah semakin larut malam. 1 JAM KEMUDIAN Sesampaiku di rumah, tidak terasa haripun mulai tengah malam aku mencoba BBM Putri ! Atep Hay… Putri lagi apa malam-malam begini ? Putri Lagi santai aja mas, ada perlu apa mas bbm aku ? tanya Putri Atep Ooh.. Ngak apa-apa kok Put, cuma aku ingin bbm sambil ngobrol aja sama kamu ! Tapi aku ganggu ngak nih ? ucapku basa-basi. Putri Santai aja Mas, ngak ganggu kok, ucapnya seakan memberi ruang padaku. Atep Ooh gitu ya Put, makasih ya udah kasih waktu senggang buat aku hehehe. Jawabku dengan rasa senang. Selang beberapa jam BBM-an membicarakan topik yang berbeda-beda, walaupun awalnya sedikit canggung. Tetapi pada akhirnya akupun mulai memberanikan diri dengan menanyakan tentang statusnya masih single atau tidak. Setelah ngobrol panjang lebar akupun berkata, Atep Put, besok pulang kerja aku antar kamu boleh ngak ? pintaku. Putri Boleh kok Mas, emangnya gak ngerepotin ya mas ? ucapnya. Atep Ngak kok Put, makasih sampai bertemu besok ya put. Selamat Bobok Putri ! Ucapku Putri Baik mas, sama-sama. Balasnya Tibalah waktu yang telah kami janjikan setelah waktu pulang kerja sekitar jam 5 sore. Sungguh beruntung aku, Putri ternyata menyukai ajakanku, kelihatan dari responnya ketika kami mengobrol di tempat parkir mobil. Selama di perjalanan pulang hujan turun deras. Sehingga aku mencari kesempatan mengajaknya nongkrong di pinggir jalan, pada waktu itu kami menetap di mobilku sembari menunggu hujan agak reda. Dengan cuaca yang mendung, tiba-tiba saat itu mataku tertuju pada payudaranya yang tertutup jilbabnya. Ingin sekali aku menjilati puting susunya itu. sambil ngilerku melihat susunya Putripun melihatku dan ia berkata. Iiiiiiihhh… Mas Atep nakal matanya, masa lihat-lihatin aku kayak gitu deh, hehe… ucapnya manja dan sedikit menggoda, tetapi aku terus terang padanya kalau aku benar-benar menyukainnya. Atep Put, aku pengen bilang sesuatu sama kamu Putri Bilang apaan mas ?tanyanya heran Atep aku cuma mau bilang, kalau aku suka sama kamu Put. Putri Ah masa ia mas ? bohong kali !!! tanyanya kembali padaku Atep Serius aku Put, terus aku harus buktikan seperti apa kalau aku suka sama kamu ? Tanyaku balik padanya Putri Gak harus buktiin sih, cukup itu saja kok mas ! Atep oke deh Put, tapi aku berani kok cium bibir kamu sebagai tanda aku sayang sama kamu ! godaku kepadanya Aku memberanikan diri untuk menciumi mulutnya, walaupun Putri menolak tapi aku terus memaksa dan akhirnya berhasil. Dia tidak bisa mencegah aku untuk menciumnya. Di saat-saat kami ciuman, ternyata Putri melayani permainan bibirku. Aku menjadi sangat bersemangat menciumi bibirnya karena mendapat respon dari bibirnya. Tidak lupa tanganku mengelus-ngelus paha dan pantatnya agar dia lebih merangsang. sesekali terdengar desahan kecil dari mulut Putri dan Putri bertanya padaku. Putri Mas Atep, udah pernah hubungan sex atau ciuman ya dengan wanita lain ?tanyanya kepadaku Atep Belum sama sekali, karena aku masih perjaka kok Put, jawabku. Putri Aku juga masih Perawan kok Mas, Aku nggak tau bagaimana caranya berhubungan sex dan ciuman, ucapnya dengan polos. Atep bagaimana aku ajarkan kamu berhubungan sex dan ciuman ? pintaku Putri Boleh, tapi jangan lama-lama ya Mas Atep. balasnya Serasa sudah mendapatkan lampu hijau dari Putri, aku membuka pakaiannya dengan perlahan-lahan membuka kancing kemeja Putri, Beuhhh….. terlihatlah bongkahan tetek yang putih mulus itu dari balik BH-nya, kutafsir BH Putri berukuran 33B. tanpa membuang waktu, aku menghisap payudara Putri. “Ssshhh…..Arrghhhhhhh….. Geli Masssssss…… Desahnya menikmati hisapanku Menengar desahannya aku mulai mengigiti puting payudaranya. Terasa manis sekali air susunya ketikaku hisab-hisab di bagian putingnya. Kelihatan Ia mulai merasa bergairah aku membuka semua baju dan celanan dalamnya di dalam mobil. Pada saat itu kebetulan tempat parkir sedang mendukung, tidak ada satu orangpun yang lalu lalang di sana. Kemudian dengan perlahan Putri mengulum Penisku, Aku juga mengelus bibir memeknya dengan kedua tanganku. Kebetulan kami berposisi 69 saat itu. Aku jilati ujung klistorisnya, dan aku masukan jari tengahku ke dalam lubang memeknya, terdengar desahan Putri yang rada di tahan. Hhhhmmm…Ssss….Oughhhh. desah Putri tanda dia mulai bereaksi pada sentuhan tanganku. Aku yang tidak tahan dengan bibir vaginanya yang masih perawan aku terus saja menjilati bagian klistorisnya. Setelah beberapa menit dengan posisi 69 menjilati vaginanya. Putripun mendesah ngak karuan . Arrgghhh…. Arhhhhghh… Geli mas aduh geli… Kayak ada yang keluar dari dalam vaginaku mas. Ucapnya penuh heran. Tiba-tiba terasa cairan wangi yang mebanjiri mulutku, ternyata yang keluar adalah lendir Putri dengan wangi khas kewanitaan. aku berkata padanya ! “itu tanda geli bahwa kamu sudah orgasme Put” “Sumpah mas, enak banget rasanya”sahut Putri. Putripun tidak mau kalah denganku,ia memintaku agar memasukan penisku ke dalam lubang memeknya. Mas pengen coba rasain punya mas deh, kayaknya enak abis mas, di jilatin aja bikin aku ketagihan ! pintanya Lalu aku mencoba memasukan Penisku pada lubang memeknya dengan perlahan. Pada awalnya memang susah menembus Vagina Putri yang masih Virgin, karena memang benar-benar sempit. Tapi setelah aku mencoba memasukan Penisku sedikit demi sedikit, pada akhirnya Breeessss !!!! Akhirnya aku berhasil menembus Keperawanan Putri. Kelihatan Saat itu juga Putri berteriak kencang karena vaginanya di masukin penisku yang besar, Aaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……………….. Sakit banget, ucapnya kesakitan sambil matanya meneteskan air mata Saat itu aku yang ngak peduli karena sudah terlanjur masuk, aku mulai melakukan gerakan dengan pelan-pelan. Putri membalasnya dengan menjambak rambutku karena kesakitan. Tetapi aku terus melakukan genjotan terhadap Vaginanya yg sangat nikmat perawan itu. Sesekali aku mempercepatkan gerakan Penisku dengan maju-mundurkan gerakanku. Putripun berteriak lagi. Arrgggggghhhhhhhhhhhhhh………. desahnya dengan tampak masih kesakitan Melihat jeritan Putri kesakitan, sejenak aku mencabut batang penisku dari dalam lubang memeknya. Setelah Penisku tercabut, keluarlah darah segar dari lubang memeknya, Hal itu membuat jok belakang mobilku ternoda oleh darah keperawanan Putri. Aku bertanya kepadanya ! Atep Put, mau dilanjutin gak nih ? Putri Boleh mas, lanjutin aja aku bisa tahan sakitnya kok” Jawab putri Mulai aku memasukan penisku kembali ke dalam lubang memeknya, Nampaknya perlahan-lahan rasa sakitnya mulai hilang. dengan spontan aku menggenjot lubang memek Putri. Sekitar 15 menit aku menusuk Vaginanya dengan penuh semangat, tiba-tiba penisku merasakan ada cairan hangat yang keluar dari dalam lubang vaginanya. saat itu penisku masih tertancap di dalam lubang vagina putri. Ternyata Putri orgasme dua kali. saat itu penisku terasa dijepit oleh dinding-dinding Vagina Putri yang berdenyut-denyut. Putri Enak sekali Mas, aku udah dua kali rasain geli-geli enak seperti ini, kamu belum ngerasain ya Mas?, tanya Putri. Atep Bentar lagi nih Put, tahan bentar ya! aku mulai percepat genjotannya” Pintaku Lalu aku mulai mempercepat gerakanku, aku menggenjot Vagina Putri dengan secepat mungkin, Aku yang hampir orgasme semakin mempercepat gerakan Penisku keluar masuk dalam lubang memeknya. Put aku udah di ujung nih, rasa-rasa gelinya enak banget !!! Arrrghhhhhhh… Crotttt… Crottt… Crottt , pada akhirnya aku mendapatkan orgasmeku, dan saat itu aku mengeluarkan spermaku ke payudara Putri yang besar dan bulat itu. Makasih ya mas, hal ini ngak akan aku lupakan sepanjang umurku , kata Putri penuh rasa sayang kepadaku. “Iya Put, aku juga ngak akan melupakan kejadian ini. Emuachhh…” jawabku sembari ciuman pada bibirnya. Akhirnya kamipun mulai membersihkan tubuh kami dengan tisu yang ada di dalam mobilku, bergegas memakai pakaian kami kembali. Lalu akupun mengantarkan Putri pulang kerumahnya. Selama di perjalanan aku mengajak ngobrolnya agar dia tidak canggung kepadaku. sebelum Ia turun dari mobilku, kami sempat berciuman dulu dengan penuh nikmat yang membara. Aku dan Putri tidak akan melupakan kejadian ini. hingga aku menuliskan sebuah cerita sex di situs ini.
cerita dewasa di mobil